Kamis, 16 Juni 2016

BUDAYA WONG JOMBANG

BESUTAN DARI KABUPATEN JOMBANG

BESUTAN

Piye kabare wong Jombang?
Besutan adalah Lawakan / ludrukan/ kesenian tradisional asli Kabupaten Jombang
. Besutan merupakan pengembangan dari kesenian Lerok dan merupakan cikal bakal kesenian Ludruk. Sebelum membahas Besutan lebih detail, mari kita ungkap sedikit fakta mengenai kesenian Lerok.
Kesenian Lerok, kelak berubah nama menjadi Besutan, merupakan kesenian yang bersifat aman. Artinya, pelaku kesenian Lerok dan Ludruk dapat berpindah dari satu keramaian ke keramaian yang lain untuk menyuguhkan pertunjukan teater sederhana. Mengenai lokasinya yang tidak tetap, hal ini berlaku juga dengan kesenian jaran kepang dari Jawa Timur. Pelaku kesenian Lerok pada awalnya adalah tunggal. Ini berarti mereka bermain monolog. Dalam perkembangannya, kesenian
Lerok dimainkan lebih dari satu orang.
Lakon yang dibawakan dalam pementasan Lerok merupakan cerminan dari kehidupan masyarakat Jombang sehari-hari. Dari bermacam-macam lakon yang disuguhkan, ternyata yang menggunakan tokoh Besut merupakan sosok paling digemari penonton. Lama kelamaan, karena sering melakonkan Besut, maka kesenian Lerok disebut sebagai Besutan.

KARAKTER TOKOH KESENIAN TRADISIONAL BESUTAN
Kata Besutan berasal dari kata besut. Besut itu sendiri merupakan akronim kata ‘mbeto maksud’ yang berarti membawa pesan. Ada juga yang mengatakan besut berasal dari kata besot, yang artinya menari. Besut merupakan nama tokoh utama dalam teater Besutan. Tokoh Besut merupakan sosok laki-laki yang berwatak cerdas, terbuka, perhatian, kritis, transformatif, dan mempunyai jiwa seni.
Dalam lakon besutan, tokoh y
ang selalu hadir dalam adegan pementasan antara lain: Besut, Rusmini, Man Gondo, Sumo Gambar, dan Pembawa Obor. Tokoh lain bisa dimunculkan sesuai kebutuhan dan pengembangan cerita. Besut yang gagah dan Rusmini yang cantik selalu menjadi sepasang kekasih atau sepasang suami isteri. Keduanya saling mencinta walau banyak halangan harus mereka hadapi.
Sebaliknya, Sumo Gambar selalu berperan antagonis. Sumo Gambar sebenarnya mencintai Rusmini, namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Rusmini lebih mencintai Besut. Sumo Gambar memiliki kekayaan yang melimpah. Kekayaan inilah yang dijadikannya untuk memikat Man Gondo, paman Rusmini, supaya Sumo Gambar bisa memperisteri Rusmini.
Man Gondo yang merupakan paman Rusmini selalu berpihak kepada Sumo Gambar karena faktor kekayaan. Dengan tema apapun lakon dan ceritanya, kisah cinta segitiga antara Besut, Rusmini dan Sumo Gambar selalu menjadi bumbu penyedap jalannya cerita. Penambahan setting waktu dan tempat mungkin terjadi, namun tidak mengurangi konsep awal kesenian tradisional Besutan.
Semoga artikel ini bisa menambah w
awasan Anda mengenai kekayaan seni dan budaya di Kabupaten Jombang. Ayo cintai budaya Nusantara!
Referensi: Medali MGMP Kabupaten Jombang

Tari Remo Tarian Asal Daerah Jombang - Jawa Timur

 REMO
Penjelasan Tari Remo Tarian yang berasal dari daerah jombang Jawa Timur. Tari ini merupakan salah satu jenis tarian yang biasa dipentaskan untuk penyambutan tamu besar. Jumlah penari dapat ditampilkan baik oleh satu atau lebih penari. Konon tarian ini diciptakan oleh seorang pengamen.
Asal-usul
Berasal dari kecamatan Diwek Di desa Ceweng, tarian ini diciptakan oleh seorang pengamen tari. Awalnya tarian ini digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, seiring perkembangannya tarian ini lebih digunakan sebagai sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah.
Makna Tari
Dahulu tari remo merupakan tari yang khusus dibawakan oleh penari laki – laki. Karena berhubung dengan lakon yang dibawakan dalam tarian ini. Pertunjukan tari ini umumnya menampilkan kisah pangeran yang berjuang dalam sebuah medan pertempuran. Akan tetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri.
Tata Gerak
Gerakan khas yang paling utama dari Tari Remo adalah gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Pada kaki penari terdapat lonceng-lonceng yang dipasang di pergelangan kaki. Lonceng ini berbunyi saat penari melangkah atau menghentak di panggung. Selain itu, karakteristika gerak yang lain yakni gerakan selendang atau sampur, gerakan anggukan dan gelengan kepala, ekspresi wajah, dan kuda-kuda penari.
Busana
Busananya menggunakan berbagai macam gaya, di antaranya: Gaya Sawunggaling, Surabayan, Malangan, dan Jombangan. Terdapat pula busana yang khas dipakai bagi Tari Remo putri.
Busana gaya Surabayan
  1. Ikat kepala merah
  2. baju tanpa kancing yang berwarna hitam dengan gaya kerajaan pada abad ke-18
  3. Celana sebatas pertengahan betis yang dikait dengan jarum emas
  4. sarung batik Pesisiran yang menjuntai hingga ke lutut
  5. setagen yang diikat di pinggang
  6. serta keris menyelip di belakang.
  7. Memakai dua selendang, yang mana satu dipakai di pinggang dan yang lain disematkan di bahu.
Selain itu, terdapat pula gelang kaki berupa kumpulan lonceng yang dilingkarkan di pergelangan kaki.
Busana Gaya Sawunggaling
Gaya busana yang sama dengan gaya Surabayan perbedaannya pada penggunaan kaus putih berlengan panjang sebagai ganti dari baju hitam kerajaan.
Busana Gaya Malangan
Gaya busana juga sama dengan busana gaya Surabayan perbedaanya pada celananya yang panjang hingga menyentuh mata kaki serta tidak disemat dengan jarum.
Busana Gaya Jombangan
Busana gaya Jombangan pada dasarnya sama dengan gaya Sawunggaling. Perbedaannya adalah penari tidak menggunakan kaus tetapi menggunakan rompi.
Busana Remo Putri
Busana Remo putri berbeda dengan busana gaya yang lain. Penari memakai sanggul, memakai mekak hitam untuk menutup bagian dada, memakai rapak untuk menutup bagian pinggang sampai ke lutut, serta hanya menggunakan satu selendang saja yang disemat di bahu bahu.
Pengiring
Musik pengiring adalah gamelan dengan jenis irama yang sering dibawakan untuk mengiringi Tari Remo adalah Jula-Juli dan Tropongan, namun dapat pula berupa gending Walangkekek, Gedok Rancak, Krucilan atau gending-gending kreasi baru. Dalam pertunjukan ludruk, penari biasanya menyelakan sebuah lagu di tengah-tengah tariannya.
Pondok Pesantren Tebuireng (GUS DUR)
TEBU I

adalah salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada tahun 1899. Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, dan bahasa Arab, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pesantren Tebuireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik, terutama dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

5 Makanan Khas Jombang Yang Terkenal


5 Makanan Khas Jombang Yang Terkenal - Pernahkah anda berkunjung ke jombang??, Jombang merupakan kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Jombang ini dikenal dengan sebutan Kota Santri, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam di wilayahnya. Ada yang mengatakan Jombang merupakan pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang.

Namun untuk pembahasan kali ini bertopikmakanan khas indonesia, apa saja makanan khas di Jombang ini? pasti anda penasaran, untuk itu simak saja 5 makanan khas di jombangyang terkenal di bawah ini:
  1.       Kikil Khas Jombang
KIKIL
Kikil sendiri adalah kakinya sapi atau kerbau. kikil ini merupakan baan dasar makanan khas kiki jombang ini, Kikil dimasak dengan suhu tinggi dan dengan waktu yang lumayan lama, ditambah dengan bumbu-bumbu khas, dikasih santan dan bahan-bahan pendukung. Jadilah makanan khas kikil Jombang. Kikil ini akan terasa lebih enak jika dimakan pakai nasi. Untuk tambahan nasi kikil ditambah dengan kering tempe atau tahu, diberi sayur bung/bambu yang masi muda dan empal daging atau jeroan sapi yang dimasak bacem. Dalam penyajiannya menggunakan daun pisang yang dibentuk pincuk.
  1. Es Degan khas Jombang
DEGAN
Es degan khas jombang ini berbahan dasar Buah dari kelapa muda yang diserut kemudian diberi gula dan es. Yang menjadikan khasnya Es degan ini mendapat bahan tambahan yang berupa nata de coco, alpukat, dan durian yang dilengkapi dengan susu cair.Tambahan-tambahan khas tersebut yang membuat es ini terasa nikmat.
  1. Pecel Rengkek
PECEL RENGKEK
Pecel rengkek, pasti anda bertanya-tanya apa sih rengkek itu?? nama makanan khas pecel dini di ambil dari asal penjualnya yang kesemuanya kaum ibu paruh baya membawa semacam box yang terbuat dari kayu dan tripleks, yang orang-orang terkadang juga menyebut box ini dengan ronjot, ditaruh di atas sepeda atau sepeda motor. Tempatnya itu di namakan rengkek, Nasi pecel ini di sajika dengan pincuk yang menjadikan uniknya makanan ini.
  1. Sego Sadukan
SEGO
Sego Sadukan ini ialah nasi bungkus yang isinya sekepal nasi, ada mie, lauk tahu-tempe diiris kecil-kecil, dan kadang-kadang ada tambahan ikan teri di dalamnya. Sadhukan artinya tendangan, mungkin karena porsinya yang minimalize itulah dinamakan Sego Sadhukan, sekali tendang langsung bisa mencelat jauh atau sekali santap langsung habis.
  1. Onde-onde Kacang Merah
ONDE ONDE
Onde-onde Kacang Merah ini terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan yang ditaburi dengan wijen, untuk dalamnya diisi dengan kacang merah. Makanan khas ini sangat cocok untuk di jadikan oleh-oleh sewaktu anda berkunjung ke jombang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social Icons

Menu

Followers